Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja yang Mudah Dikenali

Penipuan lowongan kerja saat ini semakin marak terjadi dikalangan masyarakat. Perkembangan teknologi diduga menjadi salah satu faktor penyebab munculnya permasalahan tersebut, sehingga banyak orang merasa dirugikan.

Melamar pekerjaan memang menjadi kegiatan yang membutuhkan banyak ketelitian. Hal tersebut dikarenakan banyak oknum mulai memanfaatkan teknologi beserta harapan para calon pekerja untuk melakukan penipuan.

Saat seseorang memiliki harapan tinggi akan suatu hal, mereka cenderung akan terlalu bersemangat dan kurang berhati-hati. Hal tersebut berlaku juga ketika seseorang sangat berharap ingin bekerja.

Pada tahun 2022 ini, calon pekerja bisa dengan mudah menemukan informasi lowongan melalui kemajuan teknologi yang semakin besar yaitu memanfaatkan penggunaan internet. Bahkan kegiatan melamar bisa dilakukan dengan sistem online.

Oleh sebab itu, para oknum menggunakan sistem tersebut sebagai modus untuk melakukan penipuan lowongan kerja. Dengan maraknya kasus tersebut, calon pekerja diharapkan untuk lebih berhati-hati saat melamar pekerjaan.

Calon pekerja perlu memahami karakteristik lowongan yang bisa membawa kerugian bagi pelamarnya. Agar lebih mudah, terdapat ciri-ciri mengenai penipuan yang dilakukan pada sebuah lowongan pekerjaan, diantaranya akan dijelaskan berikut ini.

Daftar Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja yang Harus Diwaspadai

Semakin mudahnya kegiatan melamar pekerjaan membuat hal tersebut semakin rentan akan ancaman penipuan. Bagi calon pekerja yang sudah berpengalaman, hal tersebut pasti sudah tidak asing lagi.

Lowongan palsu dan merugikan tersebut banyak ditemukan pada situs lowongan kerja yang tersebar di internet, bahkan media profesional penyedia lowongan juga tidak luput dari modus penipuan tersebut.

Maka, agar tidak menjadi korban selanjutnya, para calon pekerja perlu memahami karakteristik dari modus penipuan tersebut. Beberapa di antaranya akan dijelaskan dalam daftar ciri-ciri penipuan lowongan kerja atau loker berikut ini.

Persyaratan Terlalu Mudah

Sebuah loker yang baik umumnya akan memberikan detail informasi pelamaran secara lengkap. Contohnya yaitu dengan memberikan persyaratan sedikit rumit, agar hanya calon karyawan serius yang dapat melamar.

Hal tersebut semata-mata tidak hanya untuk mendapatkan karyawan paling tepat, namun untuk mempermudah pihak rekrutmen untuk melakukan seleksi dan memperkecil angka pelamar dari seluruh pelamar yang mencoba mendaftar.

Oleh sebab itu, hal berkaitan dengan persyaratan perlu diwaspadai, karena penipuan lowongan kerja pada umumnya akan memberikan persyaratan yang tergolong simpel sehingga semua orang bisa mendaftar dengan mudah.

Baca juga: Persiapan Memasuki Dunia Kerja

Selain dilihat dari sisi persyaratannya, calon pekerja perlu memperhatikan penjelasan job description. Sebaiknya calon pekerja menghindari melamar pada loker yang hanya menjelaskan posisi staff atau admin tanpa penjelasan lebih lanjut.

Penawaran Gaji Tidak Masuk Akal

Salah satu poin yang paling banyak dicari ketika melamar sebuah pekerjaan adalah penawaran gaji. Banyak calon pekerja tergiur hanya karena penawaran gaji tinggi yang diperuntukkan untuk posisi biasa.

Hal tersebut dinilai tidak masuk akal karena posisi yang ditawarkan bukan jabatan tinggi. Penipuan lowongan kerja biasanya akan mencantumkan penawaran Rp6-7 juta hanya untuk posisi biasa seperti staff dan admin.

Umumnya, loker asli akan menaruh angka masuk akal yang sesuai dengan pengalaman calon pekerja. Sebagai contoh, penawaran gaji Rp6-7 juta untuk kandidat dengan pengalaman minimal 1-2 tahun.

Identitas Perusahaan Tidak Jelas

Calon pekerja seringkali tergiur dengan iklan loker yang menawarkan deskripsi serta benefit berlebihan, sampai lupa memperhatikan perusahaan pembuat loker. Mengetahui identitas perusahaan penyedia loker merupakan hal penting.

Penipuan lowongan kerja biasanya akan menggunakan penjelasan perusahaan yang tidak jelas bergerak di bidang apa, berlokasi di mana, hingga bagaimana kehadiran perusahaan tersebut di mata masyarakat luas.

Tidak hanya menggunakan perusahaan tidak jelas, banyak oknum yang berani memalsukan identitas dengan memanfaatkan perusahaan besar. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk mencari kebenaran perusahaan secara mendetail.

E-mail Perusahaan Menggunakan Domain Gratis

Apabila menemukan loker dengan sebuah e-mail sebagai cara untuk mengakses kontak perusahaan, maka calon pekerja perlu memperhatikan dengan seksama domain yang digunakan pada alamat e-mail tersebut.

Meski tidak seluruhnya merupakan penipuan lowongan kerja, namun beberapa perusahaan dengan alamat email berdomain @gmail, @hotmail, @ymail serta berbagai domain gratis umumnya merupakan oknum penipu.

Oleh sebab itu, pastikan untuk lebih teliti dan mencari kontak lain untuk mengonfirmasi akses alamat email perusahaan apakah benar alamat asli, atau sebaliknya merupakan bentuk modus penipuan loker.

Sebagai contoh, agar lebih mudah untuk membedakan alamat email asli dan palsu, maka perusahaan asli biasanya akan menggunakan domain berbayar, alamat email yang umumnya digunakan yaitu berdomain @(nama perusahaan).

Meminta Sejumlah Dana

Penipuan lowongan kerja umumnya akan meminta sejumlah dana dengan modus untuk membayar biaya training atau akomodasi lainnya, kemudian menjanjikan korban bahwa biaya tersebut akan diganti ketika diterima.

Banyak oknum bahkan mengaku dana tersebut sebagai bentuk biaya administrasi untuk meloloskan dokumen dengan maksud untuk membayar kurir dan sebagainya. Perlu diingat bahwa loker asli tidak pernah meminta biaya sepeserpun.

Meminta Data Pribadi Calon Kandidat

Modus penipuan loker semakin hari semakin beragam. Salah satunya yaitu, penipu akan meminta data-data pribadi dengan berbagai dalih, kemudian informasi tersebut akan digunakan untuk hal negatif.

Biasanya informasi terkait data pribadi akan dimanfaatkan untuk mendapatkan uang. Oleh sebab itu, menghindari pemberian data serta informasi pribadi secara cuma-cuma harus dihindari sebaik mungkin meskipun benefit yang ditawarkan menjanjikan.

Selain itu, mewaspadai link untuk mengisi formulir data diri juga harus dilakukan. Apalagi jika formulir tersebut mengharuskan pengisian informasi pribadi dan rahasia, karena hal tersebut berpotensi sebagai penipuan.

Ciri-ciri di atas merupakan beberapa hal yang mencolok dan ada pada beberapa loker palsu. Setelah memahaminya, maka calon pekerja akan lebih mudah membedakan loker asli dan palsu, sehingga bisa menghindari kerugian.

Dengan kemampuan teknologi dan kemudahan dalam mendapatkan loker, maka sikap selektif perlu ditingkatkan. Hal tersebut merupakan cara terbaik agar dapat terhindar dari penipuan lowongan kerja dan kerugian yang mengikutinya.

Sumber foto/gambar thumbnail artikel dengan judul "Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja yang Mudah Dikenali" di ambil dari situs www.freepik.com